≡ Menu

Mau Kaji Banding Akreditasi Puskesmas ?, Berikut Tahapannya

Mau Kaji Banding Akreditasi Puskesmas  ?,  Berikut Tahapannya

Dalam akreditasi puskesmas kegiatan kaji banding diperlukan sebagai kesempatan untuk belajar dari pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan Admen, UKM dan UKP puskesmas di puskesmas yang lain dan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak untuk perbaikan kinerja masing-masing puskesmas.

Sebelum kaji banding dalam akreditasi sebaiknya teman-teman menyiapkan instrumen kaji banding puskesmas, rencana pelaksanaan kaji banding, kerangka acuan kaji banding. Ada baiknya juga dilakukan evaluasi internal sebagai acuan bagian mana saja yang akan diperbaiki nanti. Saya coba mendeskripsikan hal tersebut untuk memudahkan teman-teman dalam pelaksanaannya nanti.

  1. Rencana pelaksanaan kaji banding. Dalam perencanaan pelaksanaan kaji banding puskesmas sebaiknya memperhatian beberapa hal berikut :
  • Target puskesmas kita apa dalam hasil penilaian akreditasi nanti.
  • Topografi yang mirip ( misalnya dari segi budaya, demografi, wilayah )
  • Ini berfungsi untuk mengukur berapa besar biaya nanti yang akan dikeluarkan dalam pelaksanaan kahi banding tersebut.
  • Tentukan waktu yang tepat termasuk administrasinya ( surat tugas, surat permohonan kaji banding ke puskesmas yang di tuju, nota dinas bila perlu, stake holder terkait bila memungkinkan ). Rencanakan waktu sebaik mungkin. Bila memungkinkan semua penanggung jawab bab dapat ikut serta sehingga dapat mempelajari secara menyeluruh.
  1. Kerangka acuan kaji banding. Membuat kerangka acuan sesuai petunjuk yang sudah ada.
  2. Instrumen kaji banding. Adalah alat bantu yang akan di gunakan pada saat kaji banding misalnya ( ceklist wawancara, kamera, quisioner, bahan persentasi, diskusi personal dan observasi ).

Setelah pelaksanaan kaji banding dilakukan. Tugas selanjutnya adalah

  1. Laporan kaji banding. Tim akreditasi membuat laporan perjalanan dinas yang isi nya memuat tentang apa saja yang dikerjakan pada saat kaji banding ( misalnya, diskusi apa saja, diterima siapa, hal apa saja yang di dapat dan akan diterapkan di puskesmas ).
  2. Rencana perbaikan. Membuat rencana dan time line pelaksanan perbaikan setelah kajibanding.
  3. Laporan pelaksanaan perbaikan. Setelah implementasi perbaikan dilaksanakan. Di buatkan laporan perbaikan. Di sisi mana saja yang sudah di perbaiki atau diperbaharui sesuai dari hasil kaji banding tersebut.
  4. Hasil evaluasi kaji banding. Membuat laporan matrik hasil evaluasi kaji banding.
  5. Hasil evaluasi perbaikan kaji banding. Setiap kegiatan di evaluasi perbaikannya sehingga terukur arah perubahannya ( membuat matrik evaluasi perbaikan kaji banding dapat melibatkan tim auditor ).

10 Puskesmas yang sudah terakreditasi : Puskesmas Wonosobo I, Puskesmas Selomerto I, Puskesmas Mojo Tengah, Puskesmas Garung, Puskesmas Tamanan, Puskesmas Panarukan, Puskesmas Mangaran, Puskesmas Banyuanyar, Puskesmas Omben dan Puskesmas Waepana.

SOP Akreditasi

  • akreditasi puskesmas
  • instrumen kaji banding
  • kaji banding
  • contoh instrumen kaji banding
  • contoh instrumen kaji banding puskesmas

About the author: Muhammad Putra Kusuma, Pegawai Dinkes Kab. Bangka Barat. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia, Epidemiologi Komunitas

Show Buttons
Hide Buttons