≡ Menu

7 Fakta tentang RUK dan RPK Puskesmas

7 Fakta tentang RUK dan RPK Puskesmas

Puskesmas sejatinya adalah wadah dalam memberikan pembelajaran kepada kita tentang merencanakan, memanajemen, mengelola, mendengarkan, memimpin, menelurkan gagasan dan mengimplementasikan ide serta evaluasi terhadap kegiatan yang sudah di lakukan.

Salah satu dari esensi dari implementasi kegiatan puskesmas adalah bagaimana kita merencanakan kegiatan-kegiatan di puskesmas baik di dalam gedung maupun diluar gedung. Baik targetnya orang yang sakit maupun orang yang tidak sakit atau sehat.

Kalau mendengar kata “ perencanaan dan kegiatan “ puskesmas maka tidak lepas dari pembuatan RUK ( Rencana Usulan Kegiatan ) dan RPK ( Rencana Pelaksanaan Kegiatan ). Nah berikut ini beberapa fakta tentang kedua hal tersebut :

  1. RUK sejatinya adalah sebuah rencana usulan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh puskes mas pada tahun berikutnya. Dasar dari pembuatan RUK adalah berdasarkan analisis kebutuhan masyarakat yang sebelumya “ di tangkap “ oleh puskesmas melalui berbagai forum diskusi. Misalnya, MMD atau SMD yang telah di kompilasi dari berbagai usulan yang ada. Di analisis dan di evaluasi oleh tim kaji puskesmas. RUK hendaknya dibuat satu tahun sebelum kegiatan berjalan. Artinya, bila kegiatan akan dilakukan pada tahun 2018 maka RUK mestinya dbuat pada tahun 2017. Sehingga metode perencanaanya dapat berjalan lancar berdasarkan kompilasi dari hasil usulan masyarakat. ( baca : identifikasi kebutuhan masyarakat ).
  2. RUK juga sebagai turunan dari rencana strategis puskesmas yang di buat dalam rencana lima tahunan puskesmas. Setelah di sepakati maka di lanjutkan usulan tersebut ke dinas kesehatan untuk mengadvokasi anggaran yang ada. Bisa jadi tidak semua usulan kegiatan di approve oleh dinas kesehatan setelah menyesuaikan dengan alokasi anggaran yang tersedia. ( baca : peran lintas sektor dalam akreditasi puskesmas )
  3. RUK di susun secara integrasi oleh tim perencanaan puskesmas yang meliputi berbagai disiplin ilmu dan bidang. Semakin beragam masukan maka akan semakin baik dalam merumuskan kegiatan yang akan di rencanakan. Kegaitan yang di usulkan haruslah dari hasil analis bukan berdasarkan perencanaan seketika.
  4. RPK ( Rencana Pelaksanaan Kegiatan ) adalah suatu manajemen perencanaan dalam melaksanakan kegiatan untuk tahun berjalan. Munculnya dari RUK yang telah di sepakati. Perencaanya dilakukan pada awal tahun dengan mempertimbangkan pengalaman dan evaluasi kegiatan yang sudah di lakukan pada tahun sebelumnya.
  5. RPK di diskusikan dalam forum lintas program dan lintas bidang. Masing-masing program membuat perencanaan kegiatan yang mestinya terintegrasi sehingga bisa mengakomodir semua ide dan usulan.
  6. Setelah masing-masing program memberikan usulan maka di bahas lagi untuk mensinkronkan dengan usulan kegiatan dari program lainnya.
  7. Masing-masing program membuat time line pengerjaan kegiatan tersebut. Kapan di mulai sampai kapan berakhir, berapa sumberdaya yang dbutuhkan dan penyesuaian kebutuhan anggaran yang dbutuhkan.

RUK dan RPK tidak dapat di pisahkan dalam akreditasi puskesmas. Menjadi satu kesatuan yang terintegrasi dalam memaksimalkan kegiatan puskesmas. So, jangan lupa di evaluasi setelah di lakukan kegiatan di puskesmas ya .

SOP Akreditasi

  • ruk puskesmas
  • RUk adalah
  • ruk dan rpk
  • ruk dan rpk puskesmas
  • ruk puskesmas 2017

About the author: Muhammad Putra Kusuma, Pegawai Dinkes Kab. Bangka Barat. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia, Epidemiologi Komunitas

Show Buttons
Hide Buttons