≡ Menu

3 Persamaan Penyakit Zika dan DBD serta Pencegahannya

3 persamaan penyakit zika dan DBD serta pencegahannya

Mendengar nama penyakit zika dan penyakit DBD serasa mengerikan. Mengapa demikian ? alasannya adalah karena akibat yang di sebabkan oleh penyakit ini sangatlah fatal. Di Indonesia masyarakat lebih dulu familiar dengan penyakit Demam Berdarah Dengue karena sudah ada sejak tahun 1960 an. Sedangkan penyakit zika baru di teliti pada tahun 2014 di propinsi Jambi oleh lembaga Eikjman Institute. Penyakit Demam Berdara Dengue sampai sejauh ini masih sangat mengkhawatirkan karena populasi beresikonya menyebar di seluruh wilayah Indonesia dengan vektor penular yang mudah ditemui yaitu, nyamuk Aedes Aegypti.

Menelaah semua informasi dari kedua penyakit ini terdapat beberapa persamaanya, antara lain adalah :

  1. Vektor penular. Vektor penularnya adalah sama-sama dari nyamuk Aedes Aegypti. Walaupun terlaporkan ada nyamuk aedes jenis lain yang berperan. Tetapi secara umum vektor penularnya adalah sama. Seperti diketahui bahwa nyamuk ini hidup di tempat yang bersih, genangan air yang tidak menyentuh tanah secara langsung. Menggigit pada pagi dan sore hari.
  2. Dengan vektor yang sama maka metode pencegahannya juga sama, yaitu dengan upaya agar tidak tergigit nyamuk tersebut.
  3. Gejala Awal. Gejala awal kedua penyakit ini juga sama. Yaitu, di awali dengan demam tinggi dan nyeri sendi.

Bagaimana cara pencegahannya penyakit zika

Pepatah lama yang mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati adalah benar. Sepertinya memang kalo sudah sakit akan menambah beban yang berat. Baik beban secara psikologis maupun finansial. Nah, untuk mencegah penyakit zika ini, yuk simak beberapa cara efektifnya.

  1. Lakukan 3M plus. Sejauh ini kunci dari terhindar dari gigitan nyamuk vektor penular adalah dengan 3M Plus. Belum ada cara lain yang ampuh. Intinya bahwa kita memastikan tidak ada jentik nyamuk di sekitar rumah kita. Kebersihan setiap rumah menjadi kekuatan agar terhindar dari gigitan nyamuk vektor penular. Kekebalan dalam konteks pencegahan penyakit ini adalah kekebalan kolektif. Artinya, tidak bisa hanya satu rumah saja yang melakukannya tetapi haruslah setiap rumah dalam satu lingkungan tersebut yang bersama-sama melakukannya.
  2. No travelling. Usahakan tidak berkunjung ke daerah yang di nyatakan terdapat pasien positif menderita penyakit zika. Ini berfungsi meminimalkan penularan secara personal terhadap kita. Secara efektifitas juga ini berperan agar virus zika tersebut tidak ikut “ berjalan “ ke daerah lain dalam artian menular ke daerah lain.
  3. Gunakan lotion penolak nyamuk. Ini berfungsi menolak nyamuk akan mendekati tubuh kita. Dengan bahan insektisida aktif sebagai penolak nyamuk ( tidak diperkenankan untuk bayi di bawah 2 tahun ).
  4. Kawat Kassa dan kelambu. Ini cara lama tapi cukup ampuh. Gunakan kelambu pada saat tidur pagi atau sore.
  5. Pengendalian kimiawi. Metode pengendalian ini dilakukan dengan menggunakan bahan aktif kimia seperti fogging fokus dan abatisasi.
  6. TSM. Teknik serangga mandul. Dapat jadi alternatif solusi pengendalian nyamuk vektor penular. Dapat membunuh satu generasi. Teknik ini kombinasi antara pemanfaatan energi nuklir dan partisipatif masyarakat. Walaupun belum ada rekomendasi resmi tetapi di beberapa daerah terbukti efektif mencegah penularan ( tim kami telah mencobanya di tahun 2010 ).

Demikian sedikit uraian mengenai persamaan penyakit zika dan penyakit Demam Berdarah Dengue beserta cara efektif pencegahannya. Bila teknik pencegahan ini di terapkan dalam satu komunitas atau kelompok masyarakat rt/rw maka akan berkurang faktor resiko tertular kedua penyakit tersebut.

About the author: Muhammad Putra Kusuma, Pegawai Dinkes Kab. Bangka Barat. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia, Epidemiologi Komunitas

Show Buttons
Hide Buttons