≡ Menu

Cara Deteksi Dini, Mencegah, Gejala Dan Penyebab Kanker Ovarium

Cara Mencegah, Gejala Dan Penyebab Kanker Ovarium

Kanker ovarium merupakan kanker yang tumbuh dan berkembang pada indung telur atau biasa disebut ovarium. Diantara jenis – jenis kanker yang menyerang wanita pada umumnya kanker ovarium menduduki posisi ketujuh. Terdapat sekitar 239.000 kasus kanker ovarium yang menyerang wanita pada tahun 2012 silam.

Tanpa mengenal usia kanker ovarium dapat menyerang semua wanita. Namun pada umumnya kanker ovarium ditemukan pada wanita dengan usia 50 tahun keatas atau pada wanita yang sudah mengalami masa menopause.

Gejala Dan Ciri – Ciri Kanker Ovarium

Gejala kanker ovarium bisa dibilang sedikit sulit untuk dikenali. Pada stadium awal kanker ovarium cenderung tidak menimbulkan gejala yang spesifik, walaupun ada gejala – gejala yang timbul sama persis dengan gejala penyakit lain sehingga tak ada yang mengira bahwa gejala tersebut merupakan ciri – ciri kanker ovarium seperti iritasi usus atau konstipasi. Sehingga kebanyakan baru terdeteksi ketika sudah menyebar kedalam tubuh. Maka dari itu penting untuk anda khususnya wanita yang akan segera menjelang masa menopause untuk mewaspadai beberapa gejala dan ciri – ciri yang pada umumnya dialami pleh pengidap kanker ovarium, diantaranya sebaga berikut :

  • Penurunan berat badan
  • Cepat kenyang
  • Mual
  • Pembengkakan perut
  • Perut selalu terasa kembung
  • Sakit perut
  • Perubahan kebiasaan buang air besar
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Sakit ketika berhubungan intim

Segerakan periksa diri Anda ke dokter ketika Anda merasakan gejala dan ciri – ciri kanker ovarium diatas. Terlebih lagi ketika gejala tersebut tak kunjung membaik.

Cara Mencegah Kanker Ovarium

Tak ada salahnya ketika kita mencoba untuk mencegah kanker ovarium menyerang tubuh kita. Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Terlebih lagi bagi Anda yang mulai memasuki usia menopause beberapa cara mencegah kanker ovarium dibawah ini patut Anda coba.

Pola Makan Seimbang

Cobalah untuk membatasi asupan makanan yang mengandung lemak hewani yang tinggi, protein tinggi serta makanan yang memiliki kadar kalori yang tinggi. Banyak penelitian yang telah menguji bahwa ketika wanita banyak mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi lebih beresiko untuk terjangkit kanker ovarium.

Beberapa makanan yang dapat dikonsumsi untuk mencegah kanker ovarium pada wanita diantaranya sayuran seperti wortel, jagung atau makanan yang memiliki kandungan karbohidrat, Vitamin C, Vitamin A, serta makanan yang mengandung banyak serat.

Lakukan Aktivitas Fisik

Tak sedikit wanita yang merasa malas ketika diperintahkan untuk melakukan aktivitas fisik, dengan mengeluhkan merasa lelah. Namun justru aktivitas fisik inilah yang akan mempengaruhi daya tahan tubuh kita. Semakin banyak melakukan aktivitas fisik semakin kuat pula daya tahan tubuh kita. Hal ini secara tidak langsung akan membuat tubuh kita terproteksi dari serangan penyakit termasuk serangan kanker ovarium selain aktivitas fisik suasana hati yang menyenangkan pun dapat mempengaruhi daya tahan tubuh kita.

Lakukan Pemeriksaan Rutin

Wanita biasanya dapat melakukan pemeriksaan ginekologi secara teratur atau USG yang dapat secara langsung mendeteksi berbagai macam penyakit yang ada dalam ovarium. Dengan melakukan pemeriksaan ini kita akan dengan mudah untuk mencegah kanker ovarium terjangkit dalam tubuh kita. Pengobatan yang dilakukan sejak dini akan mencegah kista ovarium dan lesi lainnya terjadi, yang menyebabkan kanker ovarium. Khususnya bagi wanita diatas usia 45 tahun, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan 3 hingga 6 bulan sekali.

Ketika Anda melakukan pemeriksaan ginekologi dan ditemukan pembesaran pada ovarium. Hal ini tidak dapat langsung di diagnosis saat pemeriksaan pertama Anda diharuskan melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan penyebab dari pembesaran ovarium tersebut. Hal ini sangat penting untuk dilakukan demi mencegah kanker ovarium.

SOP Akreditasi

  • cara mencegah kakner ovarium

About the author: Muhammad Putra Kusuma, Pegawai Dinkes Kab. Bangka Barat. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia, Epidemiologi Komunitas

Show Buttons
Hide Buttons